Pembudidaya Gurame di Ciamis Terkendala Pemasaran

- 9 Juni 2021, 10:14 WIB
Melalui program "Mernek Jenek"  kelompok usaha budidaya ikan Gurame, Pokdakan Ulam Sari yang beranggotakan 18 orang warga Desa Mernek Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, masih panen gurami. Kelompok tersebut tetap eksis di tengah pandemi Covid 19 yang mengakibatkan lesunya ekonomi 2000.
Melalui program "Mernek Jenek" kelompok usaha budidaya ikan Gurame, Pokdakan Ulam Sari yang beranggotakan 18 orang warga Desa Mernek Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, masih panen gurami. Kelompok tersebut tetap eksis di tengah pandemi Covid 19 yang mengakibatkan lesunya ekonomi 2000. /Pikiran-Rakyat.com/Eviyanti/

KABAR PRIANGAN - Sebuah usaha kalu dianiati dengan sungguh–sungguh, akan membuahkan hasil yang baik. Tantangan yang ada, termasuk bagaimana sistem pemasaranya juga ikut mempengaruhi.

Demikian dikatakan Kepala Desa Baregbeg, H. Owoy saat ditemui kabar-priangan.com di kolam ikan miliknya di Dusun Ciwalung RT 3 RW 13, Selasa (8/6/2021). Usaha budiadaya ikan gurame sudah ia tekuni sejak  puluhan tahun lalu.

Menurut dia, awal suka dengan perikanan dan pertanian itu sejak dirinya menimba ilmu di Pondok Pesanteren Banyulana di Dusun Nangewer, Desa Jelat Kecamatan Baregbeg sejak berusia 20 tahun.

Baca Juga: Objek Wisata di Tasikmalaya Boleh Buka Asal Dilengkapi Ini

“Ketika kami menimba ilmu di pondok pesantren, oleh ustad itu bukan saja diajarkan untuk ngaji, tetapi juga diajarkan untuk budidaya ikan gurame, alahmdulillah, sejak kami diangkat jadi ASN hingga sekarang menjadi kepala desa, usaha ini masih kami jalankan," jelasnya.

Disampaikan dia, saat ini untuk budidaya ikan gurame dirinya memilik 17 kolam dengan 20 indukan gurame, untuk satu kali panen dari dua induk rata–rata tidak kurang dari 5 ribu hinga 6 ribu bibit ikan gurame yang sudah siap dijual dengan harga Rp 3.000 per satu ekor.

Untuk budidaya ikan gurame itu tidak terlalu makan waktu serta banyak modal, asalkan sudah tahun betul tata cara dan ilmunya, “Yang sulit itu memahami ilmunya, sehingga banyak petani ikan gurame yang mengeluh gagal, “ ungkapnya.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Bukan Sulap Bukan Sihir hingga KONI Garut Hitung Biaya Kompetisi Tiap Cabor

Owoy menyampaikan, untuk budidaya ikan gurame selama ini dirinya hanya menggunakan peluang waktu ketika hari libur kerja saja, tetapi hasil yang didapatkan dari budidaya ikan gurame selama ini cukup menguntungkan.

Halaman:

Editor: Dede Nurhidayat


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X