Mantan Wakil Wali Kota Banjar Pimpin Demo, Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Korupsi di Kota Banjar

- 10 Juni 2021, 20:52 WIB
Massa yang mengatasnamakan Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) mendesak Kejari Banjar mengusut tuntas kasus korupsi di Kota Banjar. Aksi digelar di halaman kantor Kejari Kota Banjar, Jalan Gerilya Banjar, Kamis 10 Juni 2021.
Massa yang mengatasnamakan Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) mendesak Kejari Banjar mengusut tuntas kasus korupsi di Kota Banjar. Aksi digelar di halaman kantor Kejari Kota Banjar, Jalan Gerilya Banjar, Kamis 10 Juni 2021. /kabar-priangan.com/ D. Iwan/

KABAR PRIANGAN - Massa yang mengatasnamakan Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) ramai-ramai membawa keranda bertuliskan "Koruptor=Mayit" dan "Jaksa bukan Mayat", menuju ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar, Jalan Gerilya, Kamis 10 Juni 2021.

Aksi mengusung keranda yang dibungkus kain putih di halaman Kejari Kota Banjar tersebut, dipimpin langsung Presiden Aksioma, H. Akhmad Dimyati yang juga Wakil Wali Kota Banjar periode 2003-2013, dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polres Banjat.

Menurut H Akhmad Dimyati, aksi membawa keranda ke kantor Aparat Penegak Hukum (APH) Kejari Banjar sebagai wujud motivasi agar hukum tak mati di Kota Banjar.

"Koruptor itu sama dengan mayat. Tentunya, orang meninggal harus naik keranda jenazah dan dikuburkan," ujarnya.

Baca Juga: Panitia Jalan Santai 'Hari Antikorupi' di Kota Banjar Dipolisikan, Begini Penyebabnya...

Terkait tulisan "Jaksa Bukan Mayat" pada keranda itu, menurutnya, itu sebagai simbol masih ada harapan hukum berhasil ditegakan di Kota Banjar. Walaupun harapan itu sangat kecil.

"Semoga saja keseriusan pengusutan dugaan korupsi di Banjar sampai tuntas ke Pengadilan Tipikor, mampu memulihkan dan meningkatkan kepercayaan publik kepada APH kedepannya. Jangan sampai pengusutan kasus korupsi besar menjadi mitos, terus terulang di Kota Banjar dan hilang seperti ditelan bumi," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengapresiasi kepada KPK yang jauh dari Jakarta saja, sampai mau dan berani melakukan penggeledahan kasus dugaan korupsi di Kota Banjar sampai berhari-hari.

"Saya masih percaya terhadap integritas KPK, kasus dugaan korupsi di Banjar diusut tuntas. Kasus di Kota Tasik saja yang prosesnya lama itu, tetap masuk penjara juga," ujar seraya berharap kasus dugaan korupsi di Kota Banjar yang tak diusut KPK, ditindaklanjuti Kejari Kota Banjar.

Halaman:

Editor: Sep Sobar


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X