Pengelolaan Objek Wisata di Garut Belum Baik

- 8 Mei 2022, 19:33 WIB
Suasana di objek wisata Situ Bagendit, Garut, Minggu 8 Mei 2022.
Suasana di objek wisata Situ Bagendit, Garut, Minggu 8 Mei 2022. /kabar-priangan.com/Dindin Herdiana/

KABAR PRIANGAN - Banyak keluhan dari warga terkait pengelolaan objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah. Selain mahalnya tarif parkir, berserakan sampah, hingga kenyamanan dan keamanan tidak terjamin. 

"Mumpung di Garut sejak hari kedua lebaran saya dan keluarga keliling ke beberapa objek wisata yang ada di Garut. Antapura De Djati bagus, TWA Papandayan bagus bayar tiket masuk parkir langsung di beri karcis. Eh disini di bagendit bayar parkir lima ribu ga diberi karcis," Kata Abdul Hanan pengunjung asal Komplek Narogong Bekasi, Minggu, 8 Mei 2022. 

Hal sama, kata Hanan terjadi di pantai selatan Garut. Kendaraan di parkir acak acakan tak beraturan, meski sudah bayar parkir ada lagi yang minta.

Baca Juga: Kapolres Garut Ingatkan Petugas Tetap Siaga di Jalur Meski di Tengah Guyuran Hujan

"Anehnya petugas banyak di lokasi tapi tidak ikut menertibkan malah ngobrol. Pasca lebaran ini pengelola wisata khususon birokrasi harus di evaluasi. Liburan bukan kali ini saja," ucapnya. Senada, diungkapkan Iwan Setiawan warga asal Kampung Selakopi, Cianjur Kota, Ia mengaku dua hari terakhir baru tiba di Garut

"Pertama dikunjungi Cipanas, Darajat dan pantai selatan. Semuanya kurang nyaman. Lalu saya dan keluarga ke Gunung Papandayan suasana nyaman dan aman. Mahal tapi saya puas, karena bayar berapapun ada buktinya," ujarnya. 

Baca Juga: Brimob Polda Jabar, Lakukan Pengamanan dan Cipta Lingkungan Bersih di Pantai Wisata Garut

Sementara itu, sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Ma'mun mengatakan, sebenarnya semua aparat perwakilan dari Polsek, Koramil, Polisi Pamong Praja bahkan Brimob ikut terlibat dalam pengamanan libur lebaran di beberapa lokasi baik di Pantai Sayang Heulang, Santolo, Rancabuaya, dan dibeberapa tempat lainnya. 

Bahkan ditugaskan salah satunya untuk pengamanan pelayanan di Pos Tiket. 

"Berdasarkan pantauan kami sampai dengan H+2 pelayanan di pos tiket berlangsung dengan baik tidak ada pungutan liar. Tapi di H+3 sempat ada sekelompok orang yang bukan petugas ikut melakukan pemungutan tiket," ujar Ma'mun. 

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x