Bencana Banjir Bandang Citengah Masuki Masa Transisi, Pemda Sumedang Siapkan Mitigasi Bencana di Objek Wisata 

- 9 Mei 2022, 15:54 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman. /kabar-priangan.com/DOK/

KABAR PRIANGAN - Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, mulai siapkan mitigasi bencana untuk semua objek wisata di sekitar lokasi bencana banjir bandang wilayah Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. 

Mitigasi bencana ini disiapkan, menyusul telah berakhirnya masa tanggap darurat bencana di lokasi banjir bandang Sungai Cihonje, kawasan wisata Desa Citengah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, menyebutkan bahwa upaya penanggulangan bencana banjir bandang di kawasan wisata Desa Citengah, kini telah memasuki masa transisi.

Baca Juga: Polisi Mulai Selidiki Penyebab Banjir Bandang di Desa Citengah Sumedang

Dengan demikian, kata Sekda Herman, maka kebijakan penutupan sementara aktivitas pariwisata di semua destinasi wisata Citengah juga, akan segera dihentikan. Sehingga semua objek wisata, bisa secepatnya beroperasi.

"Saat ini semua objek wisata yang berada di wilayah Desa Citengah, sudah memasuki masa transisi," kata Herman Suryatman, saat menjelaskan perkembangan terbaru penanggulangan bencana banjir bandang di Citengah, Senin, 9 Mei 2022.

Guna menindaklanjuti hal tersebut, sambung Herman, maka sesuai arahan pimpinan (Bupati dan Wakil Bupati Sumedang), maka pihaknya akan segera membuatkan surat keputusan (SK) tentang tim koordinasi masa transisi mitigasi bencana, dan pengurusan otonomi kepariwisataan di kawasan wisata Desa Citengah.

Baca Juga: Wabup Sumedang Sebut Banjir Bandang Citengah Dipicu Alih Fungsi Lahan

Tim koordinasi masa transisi ini, nantinya akan bertugas melaksanakan proses mitigasi bencana di semua objek wisata Desa Citengah. Termasuk, akan memberikan "warning" atau peringatan terkait kondisi cuaca di sekitar objek wisata tersebut. 

"Tim koordinasi ini, nantinya akan memberikan peringatan kepada para pengelola wisata. Misalnya, apabila kondisi cuaca cerah, maka aktivitas kepariwisataan akan berjalan efektif. Namun apabila BMKG menginformasikan cuaca kurang bagus, maka tim akan langsung melakukan penutupan objek wisata," kata Herman.

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x