Polres Sumedang Panggil Sejumlah Pihak Berkaitan Banjir Bandang Citengah

- 10 Mei 2022, 21:05 WIB
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat memberikan keterangan  terkait pemanggilan sejumlah pihak banjir bandang Citengah.
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat memberikan keterangan  terkait pemanggilan sejumlah pihak banjir bandang Citengah. /kabar-priangan.com/Devi Supriyadi/

KABAR PRIANGAN  - Buntut peristiwa banjir bandang di Citengah Sumedang Selatan, Polres Sumedang memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan. 

"Ya kami masih melakukan pemeriksaan secara mendalam. Mulai dari keterangan sejumlah pemilik villa, orang tua korban, hingga pihak Pemda Sumedang terkait perizinan bangunan yang berada di sekitar sepadan sungai," ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Selasa 10 mei 2022.

Kapolres mengatakan, pemeriksaan sendiri dilakukan pasca terjadi banjir bandang di Sungai Cihonje Desa Citengah yang mengakibatkan anak perempuan berusia 13 tahun asal Kabupaten Indramayu terseret banjir bandang hingga meninggal dunia pada Rabu 4 Mei 2022 lalu.

Baca Juga: Tujuh Destinasi Wisata di Sumedang Paling Banyak Dikunjungi Selama Libur Lebaran, Favorit Waduk Jatigede

Kemudian, jasad Adinda Khaira Dwi Rahmayuda akhirnya ditemukan di Sungai Cimanuk Desa Tegalgirang Bangodua Kabupaten Indramayu pada Sabtu 7 Mei 2022.

Untuk penanganan kasus tersebut, sambung Kapolres, masih dalam tahap penyelidikan, namun secepatnya akan gelar perkara.

"Kami secepatnya akan gelar perkara, apakah bisa ditingkatkan kasusnya menjadi penyidikan. Terlebih sejauh ini ada temuan- temuan yang membutuhkan keterangan dari ahli, khususnya tentang perubahan aliran sungai," katanya.

Baca Juga: Soal Foto Mesra, Oknum Kades di Sumedang: Saya Minta Maaf, Saya Khilaf

Kapolres menambahkan, penanganan kasus tersebut tentunya membutuhkan keterangan dari berbagai ahli termasuk ahli hidrologi bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak BBWS.

"Setelah berkoordinasi dengan pihak BBWS, disinyalir ada perubahan alam yang menyebabkan pendangkalan sungai. Sehingga, membuat aliran air meluap kemana-mana. Namun itu semua masih memerlukan keterangan dari para ahli dan saat ini tim masih bekerja. Ya mudah mudahan segera menunjukkan hasil yang signifikan," tuturnya.***

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x