Dirjen Kementerian ATR/BPN Sebut Bangli Bukan Penyebab Banjir Bandang di Citengah

- 11 Mei 2022, 12:55 WIB
Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang menyatakan banjir bandang Citengah bukan karena alih fungsi lahan dengan adanya bangunan liar (Bangli). 
Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang menyatakan banjir bandang Citengah bukan karena alih fungsi lahan dengan adanya bangunan liar (Bangli).  /kabar-priangan.com/Devi Supriyadi/

KABAR PRIANGAN - Bencana banjir bandang di Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan yang terjadi pada Rabu, 4 Mei 2022 disinyalir bukan karena alih fungsi lahan dengan adanya bangunan liar (Bangli).  

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Pertanahan di Gedung Negara, Selasa, 10 Mei 2022.

"Kita sudah analisa, isu bangunan liar bukan menjadi penyebab banjir bandang. Itu lebih disebabkan curah hujan yang tinggi ditambah longsoran di hulu sungai sehingga tidak kuat menampung (air hujan)," ujarnya. 

Baca Juga: Kawasan Masjid Al Kamil Waduk Jatigede Sumedang Ditutup, Ini Alasannya

Budi menyebutkan, meski bukan penyebab banjir, bangunan liar yang tersebut melanggar Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 Tentang Penetapan Garis sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau. 

"Oleh hal itu, secara persuasif dilakukan pengaturan kembali agar bangunan tidak dekat dengan badan sungai," ucapnya. 

Jika masih membandel, kata dia, pihaknya tidak segan untuk bertindak tegas dengan membongkar bangunan atau bahkan mempidanakan. 

Baca Juga: Polres Sumedang Panggil Sejumlah Pihak Berkaitan Banjir Bandang Citengah

"Saat ini sudah dihentikan sementara  oleh bupati karena ada nyawa yang hilang. Harus ada izin. Kalau masih ngeyel, kami tindak tegas, kita bongkar atau dipidanakan," tuturnya. 

Lebih lanjut dikatakan Budi, HGU atau eks HGU Margawindu juga bukan menjadi penyebab banjir karena selain letaknya jauh, kerapatan vegetasi tanaman yang masih didominasi oleh hutan dan kebun teh dinilai masih sangat bagus. 

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x