Dinas Pendidikan Sumedang Sikapi Merebaknya Hepatitis Misterius

- 13 Mei 2022, 06:44 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin menyikapi penyakit hepatitis misterius terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin menyikapi penyakit hepatitis misterius terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. /kabar-priangan.com/Devi Supriyadi/

KABAR PRIANGAN  - Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang hingga saat ini masih menunggu arahan dan bimbingan dari para ahli yang berkompeten terkait dengan antisipasi merebaknya penyakit hepatitis misterius.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin, menyebutkan, Kementerian Pendidikan sudah menyampaikan kepada Kabupaten/Kota agar segera melakukan langkah koordinasi dengan dinas kesehatan setempat.

Menurutnya, untuk saat ini Dinas Kesehatan Jawa Barat sedang melakukan rapat-rapat intensif sehingga langkah yang akan diambil bisa seragam dalam rangka mengantisipasi hepatitis misterius tersebut.

Baca Juga: Catat! Ini Delapan Sikap Organisasi Pariwisata Soal Banjir Bandang di Kawasan Wisata Citengah Sumedang

"Kemenkes saat ini juga belum mengeluarkan pernyataan hepatitis ini penyebarannya seperti apa. Karena jenisnya A sampai E, dan setiap jenis penularannya berbeda. Sehingga langkahnya tidak bisa diambil parsial tapi harus nasional atau setidaknya tingkat Provinsi Jawa Barat," ucap Agus Wahidin.

Ia berharap kasus hrpatitis misterius tidak terjadi di Sumedang. Mengingat ada setidaknya ada kasus yang ditemukan di tiga provinsi di Indonesia, dan DKI Jakarta menjadi yang terbanyak.

Baca Juga: Para Penggarap Perkebunan Teh Margawindu Mulai Angkat Bicara Soal Alih Fungsi Lahan di Citengah Sumedang

"Mudah-mudahan tidak ada dan kami berharap petugas kesehatan segera memberitahu kami langkah apa yang akan diambil sehingga kita bisa melakukan sesuatu di dinas pendidikan. Karena untuk hal ini kami sangat bergantung pada dinas kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan fenomena hepatitis misterius ini, juga belum mengarah pada kebijakan darurat yang akan berdampak pada KBM di sekolah.

"Saat ini belum ada kebijakan dari Kementerian untuk kembali belajar dirumah (BDR), dan sejauh ini belum ada kasus di Sumedang," ucapnya.

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x