Antisipasi Penyebaran PMK, Tujuh Pasar Hewan di Ciamis Ditutup Sementara Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

- 17 Mei 2022, 08:12 WIB
Ilustrasi: Tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kota Banjar saat melakukan penanganan sapi terjangkit PMK di wilayah Kota Banjar, Kamis 12 Meni 2022*
Ilustrasi: Tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kota Banjar saat melakukan penanganan sapi terjangkit PMK di wilayah Kota Banjar, Kamis 12 Meni 2022* /kabar-priangan.com/D. Iwan/

KABAR PRIANGAN – Guna mengntisipasi adanya penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Tujuh Pasar Hewan di Ciamis ditutup sementara oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis mulai Sabtu 14 Mei 2022.

Ke tujuh pasar hewan di Kabupaten Ciamis yang ditutup sementara tersebut adalah Pasar Ternak Rancah, Pasar Ternak Cigembor, Pasar Ternak Pamarican, Pasar Ternak Cintaratu Lakbok, Pasar Ternak Panawangan, Pasar Ternak Cibadak Banjarsari dan Pasar Ternak Rajadesa.

"Tujuh Pasar Hewan di Ciamis ditutup sementara. Penutupan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah PMK. Daerah lain pun juga melakukan penutupan," ungkap Kadis Peternakan dan Perikanan Ciamis, Syarif Hidayat, Senin 16 Mei 2022.

Baca Juga: Endah Listiani dan Tim Beregu FOKBI Kota Tasikmalaya Persembahkan Medali Emas Forprov Jabar 2022

Dijelaskan Syarif, pada saat awal penitipan, ada Pasar Hewan Banjarsari yang masih melakukan aktivitas. Pihaknya pun telah memberikan toleransi sehari, mengingat para peternak dan bandar sudah datang pada malam hari dan belum mengetahui akan adanya penutupan tersebut.

"Kemarin kami berikan toleransi untuk Pasar Banjarsari boleh beroperasi sehari saja. Mengingat mereka sudah berdatangan sejak semalam," terangnya.

Selain penutupan, Pemkab Ciamis pun telah melakukan sosialisasi kepada pedagang dan peternak mengenai wabah PMK, sehingga semuanya dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Atlet Senam Putri Indonesia, Ridfa Irfanalutfi Sabet Dua Emas Satu Perunggu Cabor Senam SEA Games 2022 Vietnam

"Umumnya mereka mengerti dengan kondisi dan penutupan ini. Penutupan sendiri belum tentu sampai kapan waktunya," beber Syarif.

Halaman:

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x