Guru Pengajar di Sumedang Buka Suara: Kami Seperti Diteror Hingga Jatuh Sakit

- 22 Juni 2022, 09:38 WIB
Para guru pengajar SDN Darmaraja 2, Kecamatan Darmaraja Sumedang, mengakui seperti diteror hampir jatuh sakit akibat kasus tabungan siswa macet.
Para guru pengajar SDN Darmaraja 2, Kecamatan Darmaraja Sumedang, mengakui seperti diteror hampir jatuh sakit akibat kasus tabungan siswa macet. /kabar-priangan.com/Nanang Sutisna/

KABAR PRIANGAN - Para pengajar di SDN Darmaraja 2, Kecamatan Darmaraja, Sumedang mengakui jatuh sakit, dampak dari kasus tabungan siswa macet.

Para pengajar juga mendapatkan cemoohan bahkan teror dan bully dari sejumlah orang tua siswa akibat kasus tabungan siswa macet tersebut.

Salah seorang pengajar SDN Darmaraja 2, Susi Nuryanti mengisahkan, dirinya pernah didatangi orang tua siswa yang meminta agar dirinya membayar uang tabungan siswa. kemudian ada juga yang menyuarakan agar dirinya berhenti mengajar jika tidak bisa mengembalikan uang tabungan. 

Baca Juga: Fakta-fakta Kasus Tabungan Siswa Ratusan Juta yang Macet di Sumedang

"(Pernah) disuruh berhenti jadi guru, disuruh ganti uang sendiri, bully tapi kaya hampir (seperti) teror," ujar Susi, Rabu, 22 Juni 2022.

Susi mengatakan, dirinya dan pengajar lainnya merasakan yang paling terkena imbas kasus tabungan siswa macet tersebut. 

Pasalnya, uang tabungan siswa yang macet, sudah jelas disalah gunakan oleh oknum guru yang telah mengakui dan membuat surat pernyataan.

Baca Juga: Kadisdik Sumedang Kantongi Oknum Guru Terlibat Kasus Tabungan Siswa Macet

"Uang tabungan itu kan digunakan oleh oknum guru, tapi ya tetap imbasnya ke pengajar yang lain yang tidak tahu apa-apa. Kami tahun lalu sampai sakit, gara-gara masalah tabungan macet," tuturnya.

Susi dan pengajar lainnya yang tidak tahu menahu persoalan tabungan siswa berharap pihak-pihak terkait bisa mengembalikan nama baiknya. Agar masyarakat mengetahui dengan jelas bahwa uang tabungan siswa yang macet digunakan oleh oknum.

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x