Proses Pembebasan Lahan Tol Getaci di Garut Terus Berjalan, Total Pembayaran Baru Mencapai Rp517 M

- 17 Mei 2024, 07:22 WIB
Salah satu lahan di Kabupaten Garut yang terkana dampak pembangunan Jalan Tol Getaci.
Salah satu lahan di Kabupaten Garut yang terkana dampak pembangunan Jalan Tol Getaci. /kabar-priangan.com/DOK/

KABAR PRIANGAN - Pembayaran uang ganti untung lahan terdampak pembangunan Tol Getaci di wilayah Kabupaten Garut belum semuanya dilaksanakan. 

Hal tersebut dikarenakan masih adanya berkas administrasi yang dinilai belum lengkap. Pembayaran baru dilakukan di sejumlah desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. 

Selain masalah kelengkapan administrasi, ada juga sejumlah pemilik lahan yang menolak harga sebagaimana yang telah ditetapkan. Namun jumlah warga yang menolak hanya sedikit karena hampir 99,9 persen sudah setuju. 

Baca Juga: Laporan Warga Leuwigoong Garut Soal Pungli UGR Tol Getaci Dicabut, Begini Pengakuan Kades

"Proses pembebasan lahan untuk proyek Tol Getaci di Kabupaten Garut terus berjalan. Saat ini, penetapan lokasi (PL) jalur tol tersebut baru dilakukan sampai wilayah Kecamatan Banyuresmi," ujar Kepala Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Garut, Muhamad Rahman. 

Rahman menjelaskan, sampai saat ini uang yang telah dikeluarkan pemerintah untuk membayar lahan yang terkena dampak pembangunan tol di Garut telah mencapai Rp517.574.449.113.

Sedangkan luas lahan yang sudah dibebaskan di wilayah Garut sudah mencapai 1.856.472 meter persegi atau sekitar 185,65 hektar dengan jumlah bidang tanah 1.220.

Baca Juga: Warga Leuwigoong Garut Laporkan Pungli Uang Ganti Rugi Tol Getaci oleh Pihak Desa

Lahan yang Tergusur

Ia menggambarkan, selain lahan milik pribadi, dalam proses pembebasan diketahui ada beberapa tanah kas desa, jalan umum, dan juga lahan bagian dafi sekolah, pinggir sekolah yang juga terdampak.

Bahkan ada juga lahan yang masuk wilayah perumahan yang juga ikut terdampak dari proyek pembangunan Tol Getaci ini

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah