Penjual Arang di Kota Tasikmalaya Kebanjiran Pesanan Jelang Hari Raya Kurban Tahun Ini

- 11 Juni 2024, 17:26 WIB
Salah seorang penjual arang di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, mempersiapkan barangnya untuk kebutuhan arang oleh masyarakat selama musim kurban 1445 H.
Salah seorang penjual arang di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, mempersiapkan barangnya untuk kebutuhan arang oleh masyarakat selama musim kurban 1445 H. /kabar-priangan.com/Asep MS/

KABAR PRIANGAN - Setiap jelang perayaan hari raya kurban (Idul Adha), permintaan arang oleh masyarakat cenderung mengalami peningkatan. Kondisi itu disebabkan kebiasaan atau tradisi masyarakat membuat sate daging kurban pada saat lebaran Idul Adha.

Hal itu diakui salah seorang pedagang arang di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Ajat Sudrajat (48). Ajat mengaku, dirinya telah menyetok arang batok maupun arang kayu sebanyak kurang lebih 5 ton untuk kebutuhan permintaan arang selama musim kurban Idul Adha. 

Padahal kata dia, di luar kebutuhan Idul adha, biasanya ia hanya memiliki stok 3 kuintal arang saja.

Baca Juga: Naskah MoU Koalisi PDIP, PKB, Golkar, Nasdem tidak Memunculkan Nama Balon Bupati Tasikmalaya?

Jumlah arang sebanyak itu kata Ajat, guna memenuhi permintaan arang baik konsumen perorangan maupun para pedagang arang baik warungan maupun supermarket.

"Sekarang saja, sudah banyak permintaan dari beberapa warungan serta supermarket besar di Kota Tasikmalaya. Sehingga saya masih terus menerima arang kayu maupun batok kelapa dari pemasok,"kata Ajat, Selasa, 11 Juni 2024.

Untuk memenuhi kebutuhan arang, kata Ajat, dirinya memiliki 8 pemasok arang yang telah menjadi langganannya. "Jauh sebelum memasuki Idul Adha saya sudah meminta kepada produsen arang agar meningkatkan produksi mereka untuk pemenuhan kebutuhan selama musim kurban," katanya. 

Baca Juga: Melati Usman Dikukuhkan Jadi Kepala OJK Tasikmalaya, Wakil Bupati Cecep Nurul Yakin Soroti Persoalan Pinjol

Harga Arang

Ia menambahkan, untuk harga jual arang eceran selama musim kurban, untuk arang kayu dibandrol Rp5.000 per kg, sedangkan arang batok kelapa harganya mencapai Rp5.000 per kg. 

Harga tersebut ujar Ajat lebih tinggi dibanding harga arang pada hari-hari biasa. Ia menyebut, saat hari biasa dirinya menjual arang hanya Rp6000 per kg untuk arang batok kelapa dan Rp4000 per kg untuk arang kayu.

Halaman:

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah