Draf RUU Penyiaran Larang Jurnalisme Investigasi, Pernyataan Sikap AJI: Benar-benar di Luar Nalar Jurnalis!

- 16 Mei 2024, 19:00 WIB
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Nani Afrida berbicara di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa 16 Mei 2024. AJI menentang draf RUU Penyiaran.*/kabar-priangan.com/Tangkapan layar Youtube/@dewan pers official
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Nani Afrida berbicara di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa 16 Mei 2024. AJI menentang draf RUU Penyiaran.*/kabar-priangan.com/Tangkapan layar Youtube/@dewan pers official /


KABAR PRIANGAN - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan tegas menolak draf Rancangan Undang-Undang tentang Penyiaran yang disusun oleh Badan Legislatif (Baleg) Dewan Perakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). AJI pun mendesak agar anggota DPR saat ini menangguhkan RUU tersebut.

"Kami menuntut agar DPR menangguhkan RUU Penyiaran sampai ada DPR yang baru karena hal itu prosesnya sangat kompleks. Begitu kita berbicara tentang penyiaran itu kompleks," kata Ketua AJI Nani Afrida.

Baca Juga: Pers Indonesia dalam Bahaya! Ini Pernyataan Sikap Dewan Pers dan Komunitas Pers: Tolak Draf RUU Penyiaran

Nani menyampaikan hal tersebut menyikapi draf RUU Penyiaran yang kontroversial bahkan ditentang oleh masyarakat dan insan pers itu sendiri. Sebelumnya, Dewan Pers termasuk berbagai komunitas pers juga serempak menolak draf RUU tersebut saat jumpa pers bertajuk Dewan Pers Menyapa di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Selasa 14 Mei 2024.

Hal itu seperti disampaikan perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), dan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).

Jurnalisme investigasi strata tertinggi dari jurnalisme

Salah satu hal yang menjadi sorotan AJI dalam draf RUU Penyiaran tersebut adalah pelarangan jurnalisme inverstigasi. Padahal dalam dunia jurnalistik di mana pun, jurnalisme investigasi merupakan strata tertinggi dari karya jurnalistik, sehingga jika dilarang akan menghilangkan kualitas jurnalistik. "Kami melihat rencana untuk menegasikan jurnalisme investigasi itu benar-benar di luar nalar saya sebagai jurnalis dan juga teman-teman jurnalis yang lain," ucap Nani.

Baca Juga: 25 Tahun Harian Umum Kabar Priangan, Tetap Berkibar Menjadi Koran Lokal Pertama di Priangan Timur

Dengan adanya pelarangan jurnalisme investigasi tersebut, Nani menyebutkan hal itu sangat berlebihan. "Jadi saya pikir ini berlebihan. Karena bagaimana pun jurnalisme investigasi itu adalah strata tertinggi dari jurnalisme dan itu tidak semua orang bisa," ujarnya.

Aparat kadang terbantu liputan jurnalisme investigasi 

Bahkan, lanjut Nani, jurnalisme Investigasi itulah yang kadang-kadang membantu aparat keamanan dalam mendapatkan informasi. Sejumlah hasil liputan investigasi wartawan kemudian ditindaklanjuti aparatur negara atau aparat keamanan. "Jangan jauh-jauh contohnya saja ketika munculnya kasus dana bantuan, dari mana munculnya ketika itu dari jurnalis," ucap Nani.

Baca Juga: Kisah Ecep Suwardaniyasa: Dari Aktivis Pers Kampus, Jurnalis Liputan Eksklusif, Pelari, hingga Khatib Salat Id

Halaman:

Editor: Arief Farihan Kamil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah