Bantu Penanganan Lahan Kritis, Kelompok Tani di Wado Sumedang Siapkan Ratusan Ribu Bibit Pohon

24 Oktober 2021, 12:33 WIB
Sejumlah petani sedang memelihara persemaian bibit pohon di perkebunan blok Ganjartemu, Desa Ganjaresik, Kecamatan Wado, Sumedang, Minggu 24 Oktober 2021. Persemaian bibit pohon merupakan langkah untuk penanganan lahan kritis /kabar-priangan.com/Nanang Sutisna/

KABAR PRIANGAN - Kelompok Tani Hutan (KTH) Temu Hurip di Desa Ganjaresik, Kecamatan Wado menyiapkan ratusan ribu bibit tanaman hutan penghasil kayu dan hasil hutan bukan kayu.

Kegiatan persemaian mendapat dukungan penuh dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kehutanan wilayah Sumedang.

Ketua KTH Temu Hurip, Tatang Suhendar menyebutkan, hingga saat ini telah dilakukan proses persemaian di media tanam polybag sebanyak 60 ribu polybag.

Baca Juga: Waduk Jatigede Kembali Telan Korban, Kali ini Pemancing Asal Garut Hilang Tenggelam

"Untuk menyusun puluhan ribu polybag ini kami siapkan lahan sekitar setengah hektare dengan sistem kapling," ujar Tatang, Minggu 24 Oktober 2021.

Menurutnya, diharapkan dari proses persemaian yang saat ini sedang dikerjakan oleh kelompok tani, nantinya mampu menyiapkan bibit pohon sebanyak ratusan ribu bibit. Dari proses persemaian hingga menjadi bibit pohon memerlukan waktu 4 sampai 6 bulan.

"Saat ini yang kami semai bibit jenis kayu balsa, gamelina, sengon bahkan kopi," katanya.

Baca Juga: Kemendagri Setujui Pelaksanaan Pilkades Serentak di Sumedang Tanggal 27 Oktober 2021

Dikatakan Tatang, kegiatan persemaian, selain untuk mempersiapkan bibit pohon dalam skala banyak, kegiatan persemaian juga untuk memberdayakan petani dan masyarakat setempat sebagaimana tujuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan untuk kesejahteraan petani.

"Dari kegiatan persemaian ini kami bisa memberikan peluang kerja bagi petani. Pemberdayaan petani sangat penting agar bisa sejahtera," katanya.

Lebih jauh, kata Tatang, kegiatan persemaian bibit yang saat ini sedang dikerjakan oleh kelompoknya, diproyeksikan untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis di wilayah Wado dan lahan di sepanjang daerah aliran sungai.

Baca Juga: Peringati Hari Dharma Karya Dhika 2021, Kemenhumkam RI Gelar Rangkaian Bakti Sosial

Di wilayah Wado sendiri, kata Tatang, diperkirakan ada kurang lebih 150 hektare lahan yang perlu penghijauan. Ditambah puluhan hektare lahan di daerah aliran Sungai Cimanuk dan sungai kecil lainnya.

"Apalagi sekarang kawasan pahan di Wado banyak yang menjadi kawasan penyangga Waduk Jatigede sehingga perlu penanganan lahan yang kritis. Jadi kebutuhan akan bibit pohon memang sangat perlu dan jumlahnya banyak," tuturnya.

Tatang berharap, kegiatan persemaian dilaksanakan berkelanjutan selain sebagai pemberdayaan petani juga sebagai upaya penanganan lahan kritis yang terjadi di banyak tempat.***

Editor: Nanang Sutisna

Tags

Terkini

Terpopuler