Konsumsi Air PDAM Tirta Sukapura Pada Jam Rawan Meningkat

29 April 2021, 21:49 WIB
Plt Dirut PDAM Tirta Sukapura Dadih Abdul Hadi /kabar-priangan.com/Aris MF/

KABAR PRIANGAN - Pola konsumsi air masyarakat, khususnya pelangan PDAM Titra Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, selama dua pekan di bulan Ramadan ini diketahui meningkat.

Terjadi perubahan pola konsumsi air pada jam-jam tertentu, yakni menjelang buka puasa dan waktu sahur.

Meski pasokan air masih bisa terlayani dengan baik, namun pemakaian air di waktu yang bersamaan tersebut kadang membuat debut air yang sampai ke rumah-rumah menjadi kecil.

Oleh karena itu, masyarakat pelanggan PDAM diminta untuk menantisipasi dengan cara menampung terlebih dulu air pada bak penampungan di masing-masing rumah. Sehingga bisa menghindari kehabisan stok air ketika terjadi pemakaian air secara bersamaan disatu waktu.

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Ikuti Rakor Kepala Daerah se-Indonesia

Plt. Direktur Utama PDAM Titra Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Dadih Abdul Hadi, menjelaskan, selama bulan Ramadan ini memang terjadi perubahan pola konsumsi air pada jam-jam tertentu.

Pada siang bergeser kini dari pukul 15.00 wib sampai pukul 19.00 wib. Untuk waktu malam kini berpindah dari pukul 03.00 wib hingga pukul 06.30 wib.

"Nah itu waktu-waktu puncak, semua pelanggan PDAM memakai air. Untuk evaluasi, sejauh ini kami masih bisa melayani secara optimal pada jam-jam puncak tersebut," jelas Dadih, dikantornya, Kamis, 29 April 2021.

Dikambahkan Dadih, petugasnya setiap saat melakukan pengontrolan debit air dan tekanan air agar berkecukupan.

Pihaknya pun memiliki protokol yang dijalankan selama bulan Ramadan ini. Dimana untuk semua tenaga teknik diminta siaga dan tidak boleh mematikan handpone mereka. Hal ini agar bisa segera menangapi jika ada aduan masyarakat, dan langsung dieksekusi atau diperbaiki.

Baca Juga: Ponpes di Tasikmalaya Berangsur Pulangkan Ribuan Santri

Meski begitu, Dadih mengakui, jika dari 44 ribu pelanggan PDAM saat ini masih ada sekitar 4 persen pelanggan yang belum optimal terlayani.

Dimana lokasi dari mulai kawasan Jl. RE Martadinata, Jl. Mohamad Hatta, Jl. Bebedahan dan Jl. Lewianyar. Problem ini merupakan penyakit menahun yang belum bisa terselesaikan.

"Kendalanya karena secara struktur tanah agak naik, seperti punggung kura-kura, jadi air susah naik. Diperkirakan ada 1.800-an pelanggan yang terganggu" terang Dadih.

Pihaknya terus mengupayakan mencari solusi masalah tersebut. Jika debit airnya mencukupi, maka tinggal mengatur tekanan air agar bisa sampai ke rumah pelanggan. Paling maksimal baru bisa 3 sampai 4 jam dalam sehari.***

Editor: Teguh Arifianto

Tags

Terkini

Terpopuler