Euis Sri Junita, Emak-Emak 'Kolonial' asal Kawalu Tasikmalaya Kembali Tekuni Profesi Lama

- 2 April 2022, 06:15 WIB
Euis Sri Junita (dua dari kanan) saat proses pembuatan video klip untuk cover lagu yang tengah digarapnya. *
Euis Sri Junita (dua dari kanan) saat proses pembuatan video klip untuk cover lagu yang tengah digarapnya. * /DOK pribadi/

KABAR PRIANGAN - Di tengah kesibukan di berbagai organisasi dan aktivitas bisnis, penyanyi dan artis era 90-an, Hj. Euis Sri Junita masih menyempatkan untuk berkarya di dunia yang sempat melambungkan namanya.

Hj. Euis kini sedang mengcover sebuah tembang karya The Mercys dengan kemasan genre jazz.

"Habitat saya yang satu ini tak bisa ditinggalkan begitu saja. Maka, saat penat dengan rutinitas aktivitas datang, saya coba kembali ke jalur hiburan. Selingan saja sih, tetapi mudah-mudahan bisa diterima penggemar musik Tasik, " kata Euis di sela proses pembuatan videoklip untuk karyanya itu, Jumat 1 April 2022.

Baca Juga: Mantan Wakil Bupati Pangandaran dan 14 Pengusaha Diperiksa Penyidik KPK

Tembang bertajuk "Bunga Mawar" yang jadi salah satu lagu hits The Mercys telah selesai dikover. Saat ini, dirinya tengah fokus untuk menyelesaikan video klipnya.

"Insya Allah pertengahan April ini bisa selesai dan segera publish di kanal youtube pribadi saya," kata dia.

Artis yang sempat mencicipi gurihnya honor main sinetron, film serta album tembang sunda ini juga punya rumah produksi bernama Sabela Production.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sabtu 2 April 2022: Cancer, Leo, Virgo. Hubunganmu dengan Pasangan Akan Berakhir

Di bawah bendera Sabela Production, single parents ini juga banyak memproduseri penyanyi Tasik lain.

Selain mengisi waktu luang, penyanyi yang kini aktif sebagai Sekretaris DPD Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Jabar itu juga ingin memberi motivasi bagi penyanyi muda untuk tetap eksis di dunia yang tengah dijalani.

"Kalau emak-emak kolonial masih mau dan bisa berkarya, masa kalangan milenial gak tertantang," kata penyanyi yang kini tinggal di Perum Tandala Kawalu, Kota Tasikmalaya tersebut.

Baca Juga: Dilaporkan ke Kejari Ciamis Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Cikoneng: Selama Ini Kami Transparan

Proyek cover lagu The Mercys tersebut juga dibuat karena dirinya mengaku punya kenangan dengan lagu yang melegenda itu.

"Ada cerita berkesan pastinya dengan lagu ini. Saya juga senang bunga mawar. Jadi saya putuskan untuk mengcover lagu tersebut dengan sentuhan genre lain," ujar dia.

Sebagai aktivis perempuan yang berafiliasi dengan sebuah partai reformis ini, ia pun ingin memberi semacam pesan dan ajakan bahwa kaum perempuan harus berani tampil guna berinovasi dengan bidang keahlian yang dimilikinya.

Baca Juga: Ini Tiga Tradisi Menjelang Puasa Ramadan yang Hampir Punah di Sumedang, Nomor 2 Hati-hati Meledak

"Kaum hawa juga harus buktikan bahwa perempuan yang kreatif bisa tetap berkarya dan syukur-syukur menghasilkan fulus, " kata dia.***

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah