PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Jelang Idul Fitri 1442 H, Siagakan 31 Ribu Personil Amankan Kelistrikan

- 11 Mei 2021, 17:18 WIB
Direktur Bisnis Regional Jawa Bali, Madura dan Bali.*
Direktur Bisnis Regional Jawa Bali, Madura dan Bali.* /Dok. PLN/

KABAR PRIANGAN - Guna mendukung keandalan pasokan listrik saat perayaan Idul Fitri 1442 H atau 2021 masehi, PLN menetapkan masa siaga perayaan Idul Fitri kali dimulai pada tanggal 06 Mei 2021 hingga 21 Mei 2021.

Adapun selama masa siaga PLN meniadakan pemeliharaan dan pekerjaan konstruksi, menerbitkan SOP khusus siaga, menyiagakan piket di pembangkitan, transmisi dan distribusi, serta melaporkan kondisi kelistrikan secara berkala kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain itu, PLN juga menyiagakan kendaraan sebanyak 4.591 unit serta menyiapkan 2.660 unit Genset, Unit Gardu Bergerak (UGB) dan Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai cadangan suplai pasokan listrik saat terjadi gangguan.

Baca Juga: Pakar Satgas Penanganan Covid-19 RI Kunjungi Sumedang

Selain itu PLN juga menyiagakan 31 ribu personil kelistrikan, termasuk Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Personil tersebut tersebar dalam 2.327 posko siaga 24 jam di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, Haryanto WS didampingi Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Wiluyo Kusdwiharto dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara secara virtual, Selasa, 10 Mei 2021.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, kami komitmen terus siaga menjaga pasokan listrik, khususnya untuk libur Idul Fitri 1442 H. Kami ingin perayaan Idul Fitri di rumah masing-masing tetap terasa bermakna,” tutur Haryanto WS.

Baca Juga: Sore Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Hari Raya Idulfitri 2021, Ikuti Tahapannya

Saat ini kata dia, sistem kelistrikan Jawa, Madura & Bali memiliki daya mampu pasok mencapai 29 ribu Megawatt (MW) dengan prediksi beban puncak pada malam jelang Idul Fitri sebesar 20 ribu MW sehingga tersedia cadangan daya sebesar 9 ribu MW.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, untuk sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) memiliki daya mampu mencapai 2.695 MW dengan beban puncak sebesar 2.184 MW. "Sistem Sumatera Bagian Selatan Tengah (SBST) memiliki daya mampu 4.036 MW dengan beban puncak 3.570 MW,.

Halaman:

Editor: Teguh Arifianto


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X