'Akademi Kawan Lokal' Digelar untuk Kebangkitan Pariwisata dan Ekraf

- 21 Juni 2021, 09:10 WIB
Para peserta akademi kawan lokal usai mengikuti kelas tatap muka di sebuah kafe jalan hazet. Kelas tatap muka diisi dengan materi seperti public speaking, service excellence, Fotografi dan pengemasan paket wisata.
Para peserta akademi kawan lokal usai mengikuti kelas tatap muka di sebuah kafe jalan hazet. Kelas tatap muka diisi dengan materi seperti public speaking, service excellence, Fotografi dan pengemasan paket wisata. /kabar-priangan.com/Irman S/

KABAR PRIANGAN - Pariwisata dan ekonomi kreatif di Tasikmalaya harus segera menuju ke masa kebangkitan.

Seluruh potensi alam, kreatifitas, kearifan lokal dan budaya harus mulai di tata dan dikelola menjadi destinasi dan atraksi pariwisata baru yang siap memberikan pengalaman yang baru untuk para wisatawan.

Terlebih Gubernur Jawa Barat telah secara resmi menetapkan sector pariwisata sebagai lokomotif perekonomian.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Sumedang Terus Melonjak, Ini 8 Kebijakan Pemkab

Untuk mencapai target sebagai provinsi pariwisata tersebut selain pembenahan infrastruktur, perlu pula menyiapkan sumber daya manusia (SDM) handal pada bidang pariwisata dan ekonomi kreatif sangatlah fundamental.

"Oleh karena itu dalam rangka menyiapkan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif yang kompeten, maka kami Tim Kolaborasi yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dibawah naungan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata kota Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan “Akademi kawan lokal”," kata Ervan Kurniawan Executive Director akademi kawan lokal usai kelas tatap muka tahap ke dua yang dogelat di sebuah kafe di jalan, HZ Musthopa, Minggu (20/6).

Dari 80 peserta yang mendaftar dan mengisi form, terpilih 15 peserta dari kaum milenial hobi yang beragam mulai fotografi, petualangan, mancing, ngurek, hingga pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Lapuk Dimakan Usia, Bagunan SDN Sirnasari di Taraju Tasikmalaya Ambruk

"Kami tidak mendorong mereka jadi tour guide melainkan jadi pengusaha di sektor pariwisata. Mereka, akan kami dorong menjadi micro-enterpreneur berbasis passion atau minat masing-masing yang nantinya akan berdampak kepada masyarakat dan daerah dari berbagai sektor," kata Ervan yang juga owner Katara Tour and Travel itu.

Memang jumlah yang terseleksi sedikit. Tetapi kata Ervan, pihaknya ingin fokus pada kualitas SDM yang terpilih nanti.

Dengan banyak SDM yang cakap dan berhasil, dia berharap kelak bakal jadi inspirasi bagi milenial yang lainnya. Sebab potensi pariwisata dan ekonomi kreatif cukup banyak dan luas.

Baca Juga: Korban Positif Covid-19 di Kota Banjar Terus Berguguran

Menurut dia, wisata kunjungan ke kampung perajin kelom atau payung geulis misalnya, pengunjung harus diberi informasi dan pengalaman lebih agar memberi kesan mendalam.

Malah pengunjung harus bisa mencoba memproduksi dengan tangan mereka, sendiri.

Dengan begitu, dia optimis bahwa pengunjung akan mendapat pengalaman yang melakat setelah melewatkan hari di kota santri ini.

Baca Juga: Corona Merajalela, Wabup Garut Siapkan Rusun dan Puskesmas Jadi RS Darurat Covid-19

"Intinya, kita ingin mendorong bagaimana hobi dan kreatfitas mereka bisa membuka potensi ceruk penghasilan baru, " Kata dia.

Ditambahkan Ervan, 10 peserta terbaik akan dipilih untuk diberikan pendampingan lanjutan dan dilibatkan dalam program Piknik Asyik.

"Output program ini adalah peserta bisa membuat paket wisata sesuai dengan minat nya dan melakukan pemanduan kegiatan secara virtual dan tatap muka," Kata dia.***

Editor: Dede Nurhidayat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah