Update Kasus Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Dugaan Penipuan Melalui Modus Pinjaman Online

16 November 2022, 10:53 WIB
Update Kasus Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Dugaan Penipuan /Freepik/

KABAR PRIANGAN - Dikabarkan bahwa sebanyak 116 Mahasiswa IPB University terjerat kasus dugaan penipuan oleh oknum melalui modus pinjamaan online.

Dikutip kabar priangan dari hasil siaran pers IPB University
No 1973/SP.BIRKOM.IPB/XI/2022 tanggal 15 November 2022, atas kejadian tersebut Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengklarifikasi serta memberi penjelasan atas kondisi yang terjadi.

Oleh karena itu Arif Satria mengundang para mahasiswa yang menjadi korban kasus ini guna menggali informasi yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Pemerintah Berikan Apresiasi dan Penghargaan Kepada Para Guru dalam Memperingati Hari Guru Nasional

Pada pertemuan tersebut turut hadir para Dekan dan pejabat IPB University lainnya.

Dari Hasil pertemuan tersebut, diperoleh informasi bahwa mahasiswa IPB University yang terlibat merupakan korban dugaan penipuan melalui transaksi pinjol.

Hingga saat ini, sebanyak 116 mahasiswa IPB yang jadi korban dari total sekitar 300 orang dari sejumlah perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa dalam kasus ini tidak ada transaksi yang bersifatindividual.

Baca Juga: Sebanyak 116 Mahasiswa IPB Jadi Korban Dugaan Penipuan Modus Pinjaman Online

“Artinya, ini bukan kasus berupa mahasiswa IPB University yang membeli barang, kemudian tidak bisa bayar. Namun ini kasus yang diduga ada unsur penipuan dengan modus baru yang dilakukan oleh satu oknum yang sama, yang sudah kita identifikasi dan dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Awal terjeratnya para mahasiswa ini bermula dari tawaran keuntungan 10 persen oleh pelaku dengan melakukan suatu investasi ‘projek’ bersama.

Para Mahasiswa disarankan untuk mengajukan pinjaman online ke suatu aplikasi penyedia pinjaman dan hasil pencairan pinjaman tersebut diminta oleh pelaku untuk digunakan melakukan transaksi di toko online milik pelaku.

Baca Juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Merasa Aman dan Nyaman Jalan Kaki Usai Ggala Dinner di GWK

Dari setiap nominal transaksi tersebut para mahasiswa dijanjikan akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 persen dan cicilan hutang atas pinjaman online akan dibayarkan oleh pelaku.

Namun, hingga saat ini, pelaku tidak pernah memenuhi apa yang dijanjikan.

“Secara institusi, IPB University kini terus melakukan langkah koordinasi dengan berbagai pihak. Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian. Para mahasiswa IPB University juga melakukan laporan kepada pihak kepolisian. Tentu dukungan kepolisian akan sangat penting untuk menyelesaikan kasus ini,” ungkap Arif.

Baca Juga: Kasus Pinjol Jerat 116 Mahasiswa IPB University Bogor, Rektor: Modus Baru Dilakukan Satu Oknum yang Sama

Selain itu, lanjutnya, koordinasi juga dilakukan dengan beberapa aplikasi penyedia pinjaman online yang digunakan pada kasus ini dan juga sudqh berkoordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna penyelesaian kasus ini agar kunjung rampung.

Arif juga mengatakan, kejadian ini agar dijadikan pelajaran bagi warga IPB University.

Oleh sebab itu, tindakan preventif dengan melakukan peningkatan literasi keuangan dan fintech kepada mahasiswa perlu dilakukan.

Baca Juga: Pecinta Kopi Merapat! Berikut 4 Tempat Ngopi Hits di Tasikmalaya yang Kekinian dan Instagramable

Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, kata dia.***

Editor: Chaidir Primananda

Sumber: Siaran Pers

Tags

Terkini

Terpopuler