Daryono BMKG: Penyebab Gempa Bawean M5,9 dan M6,5 Pada 22 Maret 2024 Diduga Sesar Ini

23 Maret 2024, 11:53 WIB
Sesar yang diduga menjadi pembangkit gempa Bawean pada Jumat 22 Maret 2024 menurut Daryono BMKG. /X.com/@DaryonoBMKG/

KABAR PRIANGAN – Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr.Daryono mengungkapkan penyebab gempa yang berpusat di Laut Jawa utara Jawa Timur (Jatim) yang mulai terjadi pada Jumat 22 Maret 2024 pukul 11.22 WIB hingga hari ini, Sabtu 23 Maret 2024.

Bukan Gempa Tuban tapi Gempa Bawean

Sebelumnya Daryono mengatakan bahwa gempa di Laut Jawa yang terjadi sejak Jumat hingga hari ini bukan gempa Tuban tapi gempa Bawean. Menurutnya karena kedekatan dengan sumber gempa dan dampak gempa yang diakibatkan lebih dekat ke Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jatim.

“Berdasarkan kedekatan dengan sumber gempa dan tingkat makroseismik/dampak gempa maka nomenklator yang tepat adalah gempa Bawean bukan gempa Tuban,” ungkap Daryono dalam unggahan di media sosial X pribadinya pada hari ini.

Baca Juga: Gempa Tuban Jatim M6,5 Dirasakan hingga Skala V-VI di Pulau Bawean, Total 49 Akitivas Gempa hingga Sore Ini

Total Aktivitas Gempa Bawean hingga Hari Ini

Dari catatan aktivitas gempa dari mulai gempa pembuka dengan magnitudo M5,9, gempa utama M6,5, dan gempa-gempa susulan hingga hari ini pukul 09.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 158 aktivitas gempa. Menurut Daryono, berdasarkan pola aktivitas gempa Bawean M5,9 dan M6,5 ini mulai meluruh frekuensi kejadiannya dari puncaknya 19 kali per jam menjadi 7 kali per jam.

“Berdasarkan data terkini: tampak dari pola aktivitasnya gempa Bawean M5,9 dan M6,5 ini mulai meluruh frekuensi kejadiannya dari puncaknya 19 kali per jam sekarang menjadi 7 kali per jam. Semoga terus meluruh dan menjadi kabar baik,” jelas Daryono.

“Jika pola ini stabil, maka tipe gempa Bawean adalah Gempa Pembuka-Gempa Utama-Gempa Susulan,” imbuhnya.

Baca Juga: Daryono BMKG: Gempa Tuban Jatim Hari Ini M5,9 Akibat Aktivitas Sesar Aktif di Laut Jawa

Sesar yang Menjadi Pembangkit Gempa Bawean

Sebagaimana diketahui, penyebab gempa yang mengguncang wilayah Jatim bahkan dirasakan di Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan ini disebabkan oleh adanya aktivitas sesar aktif. Sebelumnya banyak yang menduga aktivitas sesar aktif yang dimaksud adalah Sesar Bawean karena lokasinya yang dekat dengan Pulau Bawean.

Namun menurut Daryono, penyebab atau pembangkit gempa Bawean M5,9 dan M6,5 ini diduga adalah Sesar Muria (Laut). “ Pembangkit gempa Bawean M5,9 & M6,5 pada 22 Maret 2024 diduga Sesar Muria (Laut) menurut Peter Lunt (2019),” papar Daryono.

Jumlah Kepala Keluarga yang Terdampak Gempa Bawean

Gempa Bawean yang berdampak dan dirasakan hingga skala VIII MMI di Bawean, telah menimbulkan banyak kerusakan tidak hanya di pulau tersebut. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gempa Bawean menyebabkan 143 kepala keluarga terdampak di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Update Gempa Tuban Jatim M5,9 Dirasakan hingga Skala IV-V MMI, Diikuti 2 Gempabumi Susulan

Gedung Petrokimia Gresik Terdampak

Gedung PT Petrokimia Gresik terdampak gempa Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024.

Dari video yang diterima oleh Kabar-Priangan.com dari salah seorang warga terdampak gempa di Surabaya, Rosnawati Agustina (68). “Iya gempa kemarin yang terasa dua kali yang jam 11.22 WIB dan yang 15.52 WIB. Tempat tidur serperti diayun-ayun, langsung lari keluar,” ucap Rosnawati kepada Kabar-Priangan.com.

“Saya dikasih video dari teman yang di Gresik yang memperlihatkan gedung Petro Graha retak di dinding bagian luarnya,” lanjutnya. Dari video terlihat sebuah gedung berwarna abu dengan tulisn PT. Petrokimia Gresik mengalami retak di bagian dinding yang menghadap ke jalan raya. Retakan vertical terlihat jelas di dekat sudut luar bangunan tersebut. Terdengar juga suara perekam video yang menyebutkan ‘sampai retak’ diiringi ucapan Takbir.

Kampus dan Rumah Sakit Universitas Airlangga Terdampak

Kampus C Universitas Airlangga ikut terdampak gempa Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024.

Kampus C Universitas Airlangga (Unair) dan juga RS Unair ikut terdampak gempa Bawean. Selain terlihat retakan di dinding, plafon yang berjatuhan dan beberapa jendela kaca pecah. Bahkan di Kampus C Unair, dinding yang berjatuhan menimpa motor-motor yang parkir.***

Editor: Helma Apriyanti

Tags

Terkini

Terpopuler