Sakiti Urang Sunda, Nasionalisme Arteria Dahlan Dipertanyakan, Desakan Agar DPP PDIP Bertindak Tegas Menguat

18 Januari 2022, 20:41 WIB
Demi Hamzah Rahadian, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PDIP .* /Kabar-Priangan.com/Irman Sukmana

KABAR PRIANGAN – Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian turut menyesalkan pernyataan arogan Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang melukai urang Sunda, sehingga dinilainya tidak mencerminkan seorang negarawan.

Sebagai anggota parlemen Arteria Dahlan sudah menunjukkan sikap arogan saat meminta Jaksa Agung menindak tegas seorang kepala kejaksaan tinggi (Kajati) hanya karena Kajati tersebut berbicara bahasa Sunda saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI.

Menurut Demi, apa yang disampaikan Arteria Dahlan jelas bukan sikap negarawan melainkan sikap arogan. "Jika memang ada pejabat yang harus dievaluasi apalagi diberhentikan, idealnya berkaitan dengan kinerja atau adanya pelanggaran," kata Demi, Selasa 18 Januari 2022.

Baca Juga: Arteria Dahlan Menuai Badai, Urang Sunda Desak Megawati Segera Copot Jabatannya di DPR

Demi menyebutkan, penggunaan bahasa bukan hal yang substantif untuk dipersoalkan. Apalagi, menurutnya penggunaan bahasa Sunda yang digunakan pejabat terkait hanya di beberapa narasi saja. Bukan secara utuh dari awal sampai akhir menggunakan bahasa Sunda.

"Kalau memang dianggap kurang dipahami kan bisa diinterupsi,” kata anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PDIP itu.

Menurut Demi, nasionalisme bukan berarti harus mutlak berbahasa Indonesia karena negara ini memiliki aneka ragam suku bangsa dan bahasa yang harus dihargai. Justru dengan sikap seperti itu, Arteria seolah tidak menghargai bahasa Sunda yang bisa diasumsikan tidak nasionalis.

Baca Juga: Seorang Anak di Kota Tasikmalaya Meninggal Usai Divaksin, Pagi Hari Sebelum Vaksinasi Terlihat Sehat

Seperti halnya tuntutan urang Sunda kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, pihaknya pun meminta DPP PDIP untuk segera bersikap tegas kepada Arteria Dahlan. Pasalnya, arogansi yang dilakukan tidak sejalan dengan misi yang dibangun partai.

"Ini bukan merupakan pembelaan kepada personal Kajati yang dimaksud Arteria. Hal ini karena apa yang dilakukan Arteria sudah melukai perasaan masyarakat suku Sunda," ujarnya.

Sebelumnya, Arteria mengkritik seorang Kajati yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda saat melaksanakan raker pada Senin, 7 Januari 2022. Ia meminta Jaksa Agung menindak tegas Kajati tersebut dengan menggantinya.

Baca Juga: Anak di Bawah Umur Berkebutuhan Khusus Diperkosa Pemuda Kampung, Hukuman Penjara 15 Tahun Menanti Pelaku

 "Ada kritik sedikit, ada Kajati yang dalam rapat itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu. Kita ini Indonesia, jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda ngomong apa dan sebagainya. Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas," kata Arteria.*

Editor: Arief Farihan Kamil

Tags

Terkini

Terpopuler