Gubernur Ridwan Kamil: PPKM di Jabar Akan Dievalusi Berdasarkan Perkembangan Situasi Covid 19 Setiap Daerah

6 Februari 2022, 19:57 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berfoto disela-sela peresmian Pusat Budaya Pageurageung Tasikmalaya, Minggu 6 Februari 2022.* /Kabar-Priangan.com/Aris MF

KABAR PRIANGAN - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Barat rencananya akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan situasi Covid 19 di masing-masing daerah.

Hal itu merupakan informasi yang diterima Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dari hasil rapat yang diikutinya dengan Wakil Ketua Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Hasil rapat yang saya ikuti dengan Wakil Ketua PC PEN Luhut Binsar Pandjaitan, PPKM di Jawa Barat akan dievaluasi sesuai perkembangan Covid 19 di masing-masing daerah," kata Ridwan di Desa Pagersari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 6 Februari 2022.

Baca Juga: Gedung Pusat Budaya Pagerageung Diresmikan Gubernur Ridwan Kamil, Harus Jadi Kebanggaan Warga Tasikmalaya

Karena itulah, lanjut Ridwan, media jangan menyamaratakan situasai Covid 19 di satu daerah dengan daerah lainnya. Soalnya, kondisi saat ini dari 100 persen kasus Covid 19 di Jawa Barat, kenaikan yang 80 persen terjadi di Bandung dan Bodebek (Bogor, Depok, dan Bekasi).

Sisanya 20 persen tersebar di 24 kota/kabupaten lainnya. "Jadi jangan samakan situasi daerah satu dengan yang lain," kata Kang Emil, panggilannya, seusai meresmikan Pusat Budaya Pageurageung Tasikmalaya.

Di tengah kasus Covid 19 yang tinggi dibeberapa wilayah, Ridwan pun mengimbau agar warga yang terpapar Covid 19 dengan gejala ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, namun cukup isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga: Tekad Gerindra Kota Tasikmalaya Saat Harlah, Lanjutkan Tren Peningkatan Raihan Kursi DPRD pada Pileg 2024

Soalnya, lanjut Ridwan, varian Omicron ini gejalanya terbilang ringan dan cepat sembuh. Hanya dalam 3-4 hari juga akan sembuh dengan sendirinya.

"Jadi, warga yang gejala ringan (Covid 19) isoman saja. Obat gratis, dan dipantau terus oleh puskesmas. Rumah sakit untuk gejala berat dan komorbid," ucap mantan Wali Kota Bandung itu.

Ridwan juga menuturkan, langkah ini diambil agar Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian kamar di rumah sakit tidak meningkat yang akhirnya sulit menangani pasien.

Baca Juga: Belasan Remaja Diduga Geng Motor dan 10 Motor Bodong di Tasikmalaya Diangkut Tim Maung Galunggung

"Mohon maaf  jangan seperti di Jakarta, BOR-nya naik 60 persen. Dan ternyata, mayoritas diisi oleh yang terpapar dengan gejala ringan," ujar dia.

Ridwan juga berpesan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan ketat agar penularan Covid 19 dapat diminimalisir.*

Editor: Arief Farihan Kamil

Tags

Terkini

Terpopuler