Banjir Bandang di Sumedang, Wabup: Ada 18 Titik Longsor dan 42 KK Terancam Longsor Susulan

- 26 Maret 2021, 21:52 WIB
Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman meninjau lokasi longsor dan banjir di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat, 26 Maret 2021.*
Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman meninjau lokasi longsor dan banjir di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat, 26 Maret 2021.* /Kabar-Priangan.com/Devi Supriyadi/

KABAR PRIANGAN - Bencana banjir dan longsor kembali terjadi di Sumedang. Kali ini Sumedang bandang dan longsor terjadi di dua desa di Sumedang Selatan, Kamis, 25 Maret 2021 sore.

Bencana terjadi di Desa Citengah dan Desa Baginda di Kecamatan Sumedang Selatan. Akibat hujan deras, Sungai Cihonje meluap dan menyebabkan banjir bandang.

Akibatnya, dua orang terseret banjir. Satu orang tewas terseret arus banjir bandang dan satu selamat.

Baca Juga: Sungai Cihonje 'Ngamuk', Dua Desa di Sumedang Diterjang Banjir Bandang, Satu Orang Tewas

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman meninjau langsung lokasi longsor dan banjir di Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan tersebut.

Dari kejadian itu, satu korban bernama Oleh berhasil selamat dan dibawa ke RSUD, sementara satu korban lainnya bernama Wareng alias Mamat Rahmat ditemukan telah meninggal dunia pada Jumat pagi.

Di sela-sela peninjauannya Wabup menyebutkan, Kabupaten Sumedang merupakan kawasan yang rawan bencana, terutama bencana longsor.

Baca Juga: Umiroh Fauziah asal Kota Banjar Terpilih Jadi Ketua Umum Kohati PB HMI Periode 2021-2023

"Seperti kita lihat, dari Sumedang kota menuju Desa Citengah, termasuk Desa Baginda dan Desa Cipancar ada 18 titik longsor. Yang paling parah adalah Desa Citengah," imbuhnya.

Dijelaskan Wabup, di Desa Citengah sendiri terdapat empat pekerja yang terseret banjir. Mereka kala itu sedang membuat pagar villa.

"Namun Alhamdulilahnya , dua orang berhasil loncat dan selamat, sementara dua orang lagi terbawa hanyut. Namun 1 orang selamat dan 1 orang meninggal yaitu Bapak Mamat Rahmat," ungkap wabup.

Baca Juga: Budidaya Ikan Nila, Sekali Panen Untung Rp8 Juta

Ditambahkan Wabup, di Desa Baginda sendiri terdapat 38 rumah atau 42 KK yang terancam longsor susulan. "Oleh karena itu, kami akan segera merelokasi mereka dan mencari solusi untuk memindahkan warga yang terancam longsor ke tempat yang aman," tegasnya.

Wabup juga berharap, longsor dan banjir bandang ini merupakan kejadian yang terakhir di Kabupaten Sumedang.

"(Semoga) tidak ada lagi bencana. Saya berharap semua pihak betul-betul membantu untuk merelokasi warga warga yang terkena bencana ini," katanya.***

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x