Di Masa Pandemi Covid- 19, Penyalahgunaan Narkoba di Sumedang Kian Meningkat

- 15 Maret 2021, 16:07 WIB
Dr Rahmatullah Sidiq, dokter Assesor Penyalahgunaan Narkoba pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang
Dr Rahmatullah Sidiq, dokter Assesor Penyalahgunaan Narkoba pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang /kabar-priangan.com/ Nanang Sutisna/

KABAR PRIANGAN -  Masa pandemi tidak menyurutkan pengguna untuk berhenti mengkonsumsi narkoba. Berdasar data dari tim assesor, di masa pandemi justru penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan.

Menurut Dokter Assesor Penyalahgunaan Narkoba pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang, Dr Rahmatullah Sidiq menyebutkan, tidak terdapat angka yang pasti, terkait kenaikan penyalahgunaan narkoba saat pandemi di Sumedang.

Akan tetapi kenaikan itu, bisa merujuk pada jumlah penyalahgunaan narkoba sebelum pandemi dan setelah pandemi yang ada di kepolisian ataupun BNNK.

Dimana penyalahgunaan narkoba setelah pandemi lebih banyak dibanding sebelum pandemi.

Baca Juga: Polres Sumedang Lakukan Patroli Prokes dengan Bersepeda

"Yang menarik justru di musim pandemi ini para penggunanya atau penyalahgunaan narkoba maupun pengedar (narkoba) malah tambah banyak," ujar Rahmatullah

Ia berpandangan, naiknya angka penyalahgunaan narkoba saat pandemi di Sumedang kemungkinan dipicu oleh rasa jenuh yang tinggi karena keterbatasan aktivitas. Akhirnya mereka mencari jalan keluar salah satunya memilih menggunakan narkoba.

"Salah satunya di masa pandemi, remaja atau orang dewasa banyak mencari hangout (nongkrong) sebgai jalan keluar. Atau ketika tak betah di rumah ada juga mereka memilih menggunakan narkoba. Ini yang kami dapat dari lapangan dan setelah melakukan assesmen," tuturnya.

Baca Juga: Berhasil Gagalkan Pembobolan ATM, Dua Anggota Polsek Sukadana Diganjar Penghargaan

"Jadi jangan kaget ketika pandemi ini bukan menurunkan kejadian tapi malah banyak," katanya lagi.

Ia menggambarkan, jenis narkoba yang banyak digunakan oleh para pengguna saat ini adalah jenis subokson. Jenis ini dipakai dengan cara disuntikan.

Disamping itu jenis narkoba yang termasuk paling tinggi digunakan pengguna adalah shabu dan ganja.

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Sembuh dari Covid-19

Ia juga menambahkan, penanganan yang dilakukan untuk mengedukasi pengguna narkoba, tim assesor BNNK memakai metode daring, kemudian melalui medsos dan video yang dikirim ke pengguna yang memerlukan assesmen.

Kemudian, terkait pemberian vaksin terhadap para penyalahguna narkoba yang sudah ditahan, Rahmat menyatakan, semua tahanan narkoba dipastikan dapat vaksin.

"Sampai sejauh ini tahanan narkoba di Sumedang belum ada jadwal di vaksinasi covid-19. Tapi sudah dipastikan kalau tahanan pasti akan terjadwal seluruh Indonesia," katanya.

Baca Juga: Saat Pertandingan Basket Staf Kelurahan Suci Kaler Meninggal Dunia

Namun demikian, kata dia, tahanan narkoba biasanya sebelum masuk ke rumah tahanan wajib melaksanakan rapid antigen sesuai prosedur tetap yang harus dilalui semua tersangka yang akan masuk lapas atau rutan.

"Sekarang yang lagi banyak tahanan narkoba meski jumlah saat ini belum tahu pasti karena gabungan dari penyidikan di BNNK dan kepolisian," ucapnya. (Nanang Sutisna)*

Editor: Sep Sobar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah