Ngabuburit di Lembur Kaulinan Cibunar Ciamis, Menanamkan Tradisi, Menjembatani Kreativitas Warga

- 17 April 2022, 22:20 WIB
Salah satu kegiatan Ngabuburit ala Sakola Warga Motekar di Lembur Kaulinan Cibunar Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya, Kamis 14 April 2022.*
Salah satu kegiatan Ngabuburit ala Sakola Warga Motekar di Lembur Kaulinan Cibunar Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya, Kamis 14 April 2022.* /Istimewa

KABAR PRIANGAN - Warga Kabupaten Ciamis kini mempunyai lokasi yang asyik untuk Ngabuburit. Namun cara Ngabuburit ala Sakola Warga Motekar berbeda.

Meski bertempat di wilayah pinggiran kota, Ngabuburit di Lembur Kaulinan Cibunar Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis memiliki daya tarik tersendiri.

Saat Ngabuburit Bulan Ramadan seperti sekarang, berbagai kegiatan produktif digelar dalam event bertajuk Ngabuburit di Lembur dengan konsep kolaborasi. Dari mulai bazar kuliner warga lokal serta pagelaran-pagelaran kesenian yang melibatkan ragam komunitas yang ada di Ciamis.

Baca Juga: Bangunkan Sahur Sambil Mabuk Tuak, Sejumlah Pemuda di Cisalak Kota Tasikmalaya Diamankan Maung Galunggung  

Sebut saja penampilan musisi jalanan, komunitas anak punk, hingga keterlibatan organisasi formal seperti karang taruna, kader PKK, kampung KB, posyandu, kelompok wanita tani, RW dan RT sekitar. Semuanya turut memeriahkan Ngabuburit. 

Kemudian lembaga keagamaan seperti santri DTA dan DKM di masjid sekitar Sakola Warga Motekar.

Penggiat Sakola Warga Motekar Deni WJ mengatakan, kegiatan ini berlangsung 10 April-19 April.

Baca Juga: Korban Puting Beliung di Garut, Sudah Dua Minggu Menunggu Bantuan Bahan Bangunan

Rangkaian kegiatan yakni gelaran pentas Ki Pamanah Rasa, Stand up Comedy Ciamis, Edukasi Bank Sampah Ciamis, penampilan santri DTA, hingga hiburan tradisional seperti wayang golek dan musik gamelan.

"Kemudian Medar Kaulinan Sakola Motekar yang akan dimeriahkan oleh Karang Taruna Kecamatan Sadananya dan Kopgab Lintas Komunitas," kata Deni, Kamis 14 April 2022.

Deni mengatakan, ada juga Gelar Warga Mandoro yaitu kepanjangan dari mandiri dan gotong royong.

Baca Juga: Data Enam Warga Sirnagalih Sebagai Penerima Bantuan Sosial Hilang Tanpa Sebab. Ketua RT Pun Kebingungan

"Mandiri dan gotong royong itu artinya kami menyelenggarakan kegiatan ini secara mandiri, tidak atas instruksi siapa pun, dan ternyata kami tidak bisa melakukannya dengan sendirian sehingga perlu gotong royong," ujarnya.

Secara nilai, tambah Deni, apa yang dilakukan di lokasi itu yaitu sedang melakukan syiar dan penanaman tradisi.

"Jadi secara nilai kami sedang syiar dan menanamkan tradisi. Kami syiarkan juga tentang pendidikan yang benar, apa pun bisa menjadi sumber ilmu, apa pun yang ada itu bisa menjadi guru," ujarnya.

 Baca Juga: 512 Jiwa Terdampak Banjir di Sukasirna Kecamatan Purbaratu. Wali Kota: Dinas PUPR Harus Kaji Penyebab Banjir

Akhirnya, menurut Deni, anak-anak mengalami peristiwa pendidikan secara tidak disadari. Kemudian ibu-ibu juga meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sesuai latar belakangnya.

"Manfaatnya menyesuaikan, kalau yang suka produksi ya produksi, kalau suka berjualan ya berjualan, sesuai dengan latar belakang masing-masing," tuturnya.

Tak hanya itu, lanjut Deni, kegiatan ini merupakan inovasi untuk menggeliatkan ekonomi warga setempat.

Baca Juga: Dadang R. Kalyubi Terpilih Jadi Ketua PSSI Kota Banjar Periode 2022 - 2026 Secara Aklamasi

“Antusiasme dan peran dari sahabat-sahabat komunitas dalam kegiatan Ngabuburit ini luar biasa. Dalam hal pendidikan pun anak-anak mendapat stimulasi untuk membangun kreativitasnya," ujarnya.

Editor: Arief Farihan Kamil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x