Pengemudi Mesti Tahu! Jalur Contraflow Sangat Berbahaya sehingga Perlu Ekstra Hati-hati, Apalagi Saat Mudik

- 9 April 2024, 06:00 WIB
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan roda empat melaju di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan contraflow atau lawan arus di kawasan Semanggi, Jakarta, Kamis 22 Februari 2024.*/ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan roda empat melaju di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan contraflow atau lawan arus di kawasan Semanggi, Jakarta, Kamis 22 Februari 2024.*/ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa. /

KABAR PRIANGAN - Padatnya arus kendaraan membuat aparat berwenang menggunakan sejumlah cara dalam upaya memperlancar arus lalu-lintas termasuk mengurai kemacetan. Tak hanya saat musim mudik Idul Fitri 1445 seperti sekarang, namun juga ketika ada potensi atau sedang terjadi kemacetan luar biasa karena ada peristiwa tertentu.

Salah satu cara untuk mengurai kemacetan atau memperlancar arus lalu lintas tersebut adalah dengan dibukanya jalur contraflow (lawan arus). Contraflow merupakan suatu sistem rekayasa atau pengaturan lalu lintas (lalin) yang dilakukan dengan cara mengubah sebagian arah arus lalu lintas kendaraan di jalan yang sedang mengalami kemacetan. Rekayasa lalu lintas ini biasa diterapkan saat arus mudik maupun balik.

Baca Juga: 12 Meninggal dalam Tabrakan di Tol Cikampek Km 58, 2 Korban Warga Ciamis dan Bogor Telah Dikenali Identitasnya

Pengendara atau pemudik tentu dengan senang hati menggunakan lajur tersebut, sebab memungkinkan mereka untuk melalui kemacetan yang sedang terjadi. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa contraflow memiliki risiko kecelakaan yang lebih besar dari jalur normal.

Karena itulah jika ada pilihan memakai jalur lain, maka jalur contraflow sebaiknya dihindari. Jusri menekankan kepada pengguna jalan untuk tidak menggunakan contraflow jika masih memungkinkan. Apalagi jika kondisi fisik dan psikis sedang lelah atau tidak siap.

“Saya selalu menyarankan kepada pengguna jalan untuk tidak memilih jalur contraflow ketika masih punya opsi (jalur) yang lain,” ujar Training Director sekaligus Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu dilansir Antara, Senin 8 April2024.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 58 Saat Arus Mudik Lebaran 2024

Cara kerja contraflow

Cara kerja contraflow adalah menggunakan jalur lalu lintas yang mengalir pada arah yang berlawanan. Hal itu disertai pembatas yang tidak permanen, misalnya dengan traffic cone (kerucut lalu lintas). Jusri menyebutkan hal tersebut tentu sangat berisiko terjadi tabrakan dari arah berlawanan. “Ini seakan jalur yang mematikan, di sisi kiri ada tembok, di sisi kanannya ada kendaraan lain dari arus berlawanan," katanya.

"Sering ditemui ketika lengah sedikit saja, sangat mungkin untuk keluar jalur masuk ke lajur lawan, hingga terjadi tabrakan beruntun karena distraksi motorik,” ucap Jusri menambahkan.

Halaman:

Editor: Arief Farihan Kamil


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah