Dampak Bencana Hujan Disertai Angin Kencang Menjadi 25 Titik. BPBD: Puncaknya di Bulan Januari dan Februari

- 27 Desember 2021, 16:48 WIB
Anggota BPBD dan masyarakat mengevakuasi pohon tumbang di Jl. Moh. Hata Kota Tasikmalaya, Minggu, 26 Desember 2021. Dari hasil verifikasi BPBD, bencana yang terjadi akibat hujan angin pada hari minggu kemarin terjadi di 25 titik.*
Anggota BPBD dan masyarakat mengevakuasi pohon tumbang di Jl. Moh. Hata Kota Tasikmalaya, Minggu, 26 Desember 2021. Dari hasil verifikasi BPBD, bencana yang terjadi akibat hujan angin pada hari minggu kemarin terjadi di 25 titik.* /kabar-priangan.com/Asep MS/

KABAR PRIANGAN - Badan Penaggulangan Banecana Derah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat, kejadian bencana yang di akibatkan oleh hujan deras disertai angin kencang dan petir, Minggu 26 Desember 2021 terus bertambah.

Dari sebelumnya terdapat 13 titik yang yang terdampak bencana, data dari BPBD Kota Tasik, Senin 27 Desember 2021, jumlah terdampak bencana menjadi sebanyak 25 titik.

Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengatakan, dari hasil inventarisir bencana kemarin ada penambahan sebanyak 12 titik, dimana yang awalnya 13 titik menjadi 25 titik.

Baca Juga: Ormas Pemuda Pancasila Kepung Jalan Protokol dan Kantor Kecamatan Wado Sumedang, Ini Alasannya

"Akibat hujan disertai angin kemarin, dari data yang masuk hari ini  ada penambahan sebanyak 12 titik," katanya Ucu, Senin 27 Desember 2021.

Menurutnya, dari bencana kemarin, yang paling parah yakni kejadian pohon yang menimpa rumah di Kecamatan Mangkubumi.

"Itu yang paling parahnya, dan sudah kita tangani termasuk pemilik rumah kita berikan bantuan alakadarnya sesuai kemampuan BPBD yakni kebutuhan mendasar," katanya.

Baca Juga: Peningkatan Arus Lalu Lintas Selama Nataru di Jawa Barat 9 - 12 Persen

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengusulkan bantuan keuangan ke pemerintah bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana kemarin.

"Mudah-mudahan dengan segala upaya yang kita lakukan bisa mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah," ujar Ucu.

Ucu menjelaskan, atas kejadian bencana yang terjadi kemarin kerugian diperkirakan sekitar Rp500 juta.

Baca Juga: Dorong KPK Usut Kasus Dugaan Gratifikasi di Pemkot Banjar, Aksioma dan FRDB Sampai Demo 27 Kali

"Kalau kerugian ditaksir tidak lebih dari Rp500 juta, tetapi yang menjadi korban bencana kemarin itu kebanyakan masyarakat kecil jadi kasian kalau tidak mendapat bantuan," katanya.

Ucu juga mengimbau  masyarakat harus tetap waspada dan bisa melihat potensi bencana karena diperdiksi cuaca ekstrem itu masih akan berlanjut.

"Seperti jangan bertenduh dekat pohon besar, mendekati aliran sungai dan lainnya bila terjadi hujan lebat,” katanya.

Baca Juga: Detik-Detik Menjelang Kelahiran Anak Pertama Lesti Kejora. Sebelumnya, Sempat Nyanyi Dulu di Acara TOC

Termasuk, kata dia, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, seperti perbukitan agar lebih waspada terutama terhadap terjadinya bencana pergerakan tanah yang bisa mengakibatkan tanah longsor.

"Kita terus melakukan himbauan terutama untuk masyarakat yang tempat tingalnya di perbukitan seperti di Kecamata Mangkubumi, Kawalu, Tamansari dan Purbaratu," jelas Ucu.

Ucu menjelaskan, prediksi BMKG cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir  akan terjadi hingga Februari 2022 mendatang.

Baca Juga: Minim Sosialisasi, Masyarakat Kaget Harga LPG Non Subsidi Naik

"Puncaknya pada Bulan Januari dan Februari," ujar Ucu.***

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x