Cari Kerja Sulit, Wabup Sumedang Ajak Pemuda Jangan Malu Jadi Petani

- 25 Februari 2022, 18:14 WIB
Petani sedang beraktivitas di sawah, blok pesawahan Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal, Sumedang. Pemkab Sumedang dorong pemuda tak malu jadi petani.
Petani sedang beraktivitas di sawah, blok pesawahan Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal, Sumedang. Pemkab Sumedang dorong pemuda tak malu jadi petani. /kabar-priangan.com/DOK Nanang Sutisna/

KABAR PRIANGAN - Para pemuda di Kabupaten Sumedang diharapkan mau menjadi petani dan tidak gengsi untuk menekuni profesi tersebut. 

Ajakan itu disampaikan  Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat Persiapan Teknis Pelaksanaan Program Petani Milenial di Pendopo Kecamatan Darmaraja.

Wabup mengungkapkan, di masa-masa mencari pekerjaan sangat sulit ia sangat berharap para pemuda yang ada di Kabupaten Sumedang, khususnya yang terdampak Bendungan Jatigede, agar mau bekerja menjadi petani di desanya. 

Baca Juga: Putri Kedua Wapres RI Siap Bantu Kembangkan Usaha Pertanian di Sumedang

"Jangan jauh-jauh mencari kerja di kota. Lahan pertanian kita masih luas. Jangan gengsi untuk bertani," tuturnya. 

Wabup pun meyakini jika profesi petani ditekuni secara sabar dan serius, bisa menjajikan untuk kehidupan, daripada mencari pekerjaan di Kota yang belum jelas. 

"Saya mengajak kepada para pemuda mari kita menjadi petani milenial yang tinggal di desa tapi rezeki kota," kata Wabup. 

Baca Juga: Sumedang Akhirnya Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas 25 Persen

Lebih lanjut dikatakan Wabup, petani merupakan profesi yang mulia karena bisa menghasilkan beras untuk kebutuhan makan orang banyak. 

"Kalau tidak ada yang mau bertani, apa yang akan kita konsumsi ke depan," ucapnya. 

Ia pun mengingatkan akan pentingnya regenerasi bagi para petani. Oleh karena itu, ia mendukung sekali dilaksanakannya program petani milenial tersebut. 

Baca Juga: Pasir Ingkik Sumedang Sering Alami Banjir Cilencang, Pemerintah Diminta Turun Tangan

"Saya sering melihat para petani yang masih bekerja di sawah padahal sudah memasuki umur sepuh. Sedangkan para pemudanya tidak ada. Saya harap ini jangan hanya acara seremonial tetapi harus betul-betul mencetak para petani milenial," ujarnya. 

Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi PDRB di Kabupaten Sumedang. 

"Oleh karena itu, perlu terobosan-terobosan dan inovasi yang lebih kreatif, intregratif dan kolaboratif untuk meningkatkan daya sektor pertanian di Kabupaten Sumedang," katanya.

Baca Juga: Hasilkan Ratusan Juta Rupiah, Warga Wado Sumedang, Memilih Kerja Memungut Sampah di Waduk Jatigede

Ia tidak menginginkan lahan pertanian yang ada menjadi lahan mati karena tidak dimanfaatkan dengan baik atau tidak ada yang menggarapnya. 

"Ini perlunya kita memberikan pemahaman agar para pemuda berkesinambungan di sektor pertanian ini. Jangan sampai kelaparan di daerah kita sendiri yang subur pertaniannya," ujarnya.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hilman Taufik Wijaya Somantri dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilaksanakan di kabupaten. 

Baca Juga: Marak Praktek Rentenir, Komisi II DPRD Sumedang Minta Pemda Hidupkan Kembali Koperasi

"Ini programnya Gubernur Jawa Barat yang sudah dimulai sejak Tahun 2021. Tetapi pada Tahun 2022 ada perubahan sistem yang semula petani milenial ini merupakan domainnya Provinsi Jawa Barat, kini kabupaten/kota se-Jawa Barat dilibatkan dalam prosesnya," ucapnya. 

Dikatakan, pelibatan pemerintah daerah kabupaten/kota dimulai dari tahapan indentifikasi lahan milik desa atau lahan pemerintah yang tidak produktif sampai penentuan peserta yang akan dilatih menjadi petani milenial. 

"Sedangkan tahapan pelatihan, permodalan, pemagangan dan penerimaa hasil  merupakan domain Provinsi Jawa Barat. Jadi program petani milenial ini dari hulu sampai hilirnya sudah disiapkan," katanya. 

Baca Juga: Cerita Penampakan Sosok Wanita Cantik Pemilik Ular Raksasa di Gunung Geulis Sumedang

Ia menambahkan, sasaran kegiatan petani milenial adalah  DTKS di 50 desa yang tersebar di 6 Kecamatan ini sekitar Bendungan Jatigede. 

"Mudah-mudahan jumlah masyarakat miskin akan berkurang dengan pendekatan program petani milenial ini," ucapnya. 

Sementara itu, Pimpinan Bank bjb Cabang Sumedang Achmad Djuansah mengatakan, untuk permodalan banyak program sistem pertanian, perikanan, peternakan yang disiapkan dengan sistem Off-taker untuk program petani milenial tersebut. 

Baca Juga: Pemda Sumedang Bersama IPDN Akselerasi Program Desa Cerdas

"Sistem Off-taker ini tidak dimintakan kolekteralnya, jaminannya. Tapi ada satu penjamin yaitu perusahaan yang memang nanti menjamin dari hulu sampai hilir. Ini sudah dilaksanakan di daerah Tanjungsari. Pola seperti ini bisa sampai Rp. 500 juta dengan KUR," katanya.***

 

Editor: Nanang Sutisna


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah