BI Tasikmalaya Dorong Batik Sukapura Tembus Pasar Internasional

2 Juni 2021, 16:20 WIB
Perajin Batik Sukaraja sedang menyelesaikan pengerjaan Batik Sukapura /kabar-priangan.com/Asep MS/

KABAR PRIANGAN - Sejak 2 Oktober 2009 lalu, batik Indonesia telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Dilihat dari kontribusinya terhadap perekonomian, industri batik Indonesia telah berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional.

Kontribusinya tersebut terlihat melalui capaian nilai ekspor dan serapan tenaga kerja yang cukup besar. Industri batik yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini tersebar di lebih dari 100 sentra di Indonesia, dengan jumlah sebanyak 47 ribu unit usaha dan telah menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Mempertimbangkan besarnya peranan Industri batik terhadap perekonomian tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya turut berperan aktif mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha industri batik, khususnya yang berada di wilayah Priangan Timur seperti Batik Sukapura yang merupakan batik khas Tasikmalaya.

Baca Juga: Calon Haji Tasikmalaya Pertanyakan Kepastian Pemberangkatan

Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmaya Darjana mengatakan, dalam upaya pengembangan UMKM termasuk didalamnya industri batik, KBI Tasikmalaya melakukan program on boarding UMKM yang dilakukan secara terintegrasi atau end-to-end.

Pada program itu kata dia, pola pembinaan kepada UMKM dilakukan dari hulu ke hilir disesuaikan dengan karakteristik dan tahapan usaha pada aspek kelembagaan dan SDM, keuangan, produksi, serta pemasaran.

Pendampingan yang telah diberikan ujar Darjana, meliputi pelatihan pembuatan motif, teknik mencanting dan pewarnaan dengan mendatangkan ahli batik.

"Pengembangan Batik Sukapura ini tentunya perlu didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai, oleh karena itu kami dari Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia pada tahun 2019 telah memberikan bantuan berupa peralatan produksi seperti canting, kompor, wajan, dan lain-lain," ujar Darjana, Rabu, 2 Juni 2021.

Baca Juga: Duuuh Lagi! Kabupaten Tasikmalaya Dihebohkan Video Vulgar Anak Dibawah Umur

Selanjutnya ujar dia, pada tahun 2021 ini, Bank Indonesia juga memberikan bantuan rumah produksi Batik Sukapura sebagai wujud upaya kami untuk mendukung pengembangan usaha Batik Sukaraja sebagai salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya, dan Jawa Barat.

"Di bidang pemasaran, kami telah mengikutsertakan Batik Sukapura dalam berbagai pameran berskala nasional seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) serta Pagelaran Kreasi Priangan Timur (PKPT)," katanya.

Selain itu, Batik Sukaraja merupakan salah satu produk UMKM yang lolos kurasi sebagai wastra nusantara yang digunakan dalam gelaran fashion show pada acara event KKJ dan PKJB.

Baca Juga: Kondisi Keuangan Garuda Indonesia Kritis, Peter Gontha Usulkan Honornya Sebagai Anggota Komaris Dihentikan

"Hal ini tentunya merupakan sebuah prestasi luar biasa yang harus terus ditingkatkan oleh seluruh pengrajin Batik Sukaraja melalui proses kreativitas dan inovasi sehingga Batik Sukaraja, tidak hanya menjadi juara di dalam negeri, tetapi juga akan mampu menembus pasar internasional," ujar Darjana.***

Editor: Teguh Arifianto

Tags

Terkini

Terpopuler