Pupuk NPK Phonska di Kota Tasikmalaya Menghilang. Padahal Sisa Kuota Masih Ada 600 Ton Lebih

- 7 Agustus 2022, 21:47 WIB
Ketua KTNA Kota Tasikmalaya, Munir Setiawan mempertanyakan hilangnya pupuk NPK Phonska di Tasikmalaya belakangan ini.*
Ketua KTNA Kota Tasikmalaya, Munir Setiawan mempertanyakan hilangnya pupuk NPK Phonska di Tasikmalaya belakangan ini.* /kabar-priangan.com/Irman S/

KABAR PRIANGAN - Sejumlah petani di hampir semua wilayah Kota Tasikmalaya mengeluhkan kosongnya pupuk NPK Phonska di setiap kios.

Keluhan itu dipicu karena saat ini sedang musim tanam, sehingga kebutuhan akan pupuk subsidi tersebut sangat diperlukan. Apalagi kuota dalam Kartu Tani yang dimiliki para petani masih tersedia.

Saeful Anwar, petani di Purbaratu maupun Momon Moni, petani di Kelurahan Urug Kec Kawalu mengungkapkan bahwa kosongnya stok pupuk jenis itu akan sangat mempengaruhi kualitas hasil produksi.

Baca Juga: 20.000 Kartu Tani di Kota Tasikmalaya Sudah Disalurkan, Distributor serta Kios Pupuk dan Pestisida Diawasi

Mereka sempat mempertanyakan hal itu kepada kios penjual pupuk, tetapi mereka tidak bisa memahami kenapa stok di kartu masih tersedia, namun pupuknya justru tidak ada sama sekali.

"Saat ditanyakan, pengelola kios tidak memberi kepastian," ujar Momon.

Berdasarkan rekap data penyaluran pupuk Phonska di sejumlah kios, sisa kuota pupuk tersebut masih tersedia.

Baca Juga: Disangka Sedang Nyari Belut, Remaja di Tasikmalaya Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Sawah

Dari kuota tahun 2022 yang mencapai 1.500 ton, yang tersalurkan baru sebanyak 883 ton. Artinya masih ada sisa kuota lebih dari 600 ton.

“Kemana larinya kuota untuk kota Tasikmalaya ini," ujar Ketua KTNA Kota Tasikmalaya, Munir Setiawan.

Ia mengaku sangat menyesalkan kejadian ini, terlebih pupuk tersebut sedang diperlukan.

Baca Juga: Ingin Mendapatkan Semua Pahala Bulan Muharram Sekaligus? Ikuti Saran Ustadz Adi Hidayat

Ia mengaku mendengar informasi bahwa pihak distributor akan melakukan realokasi dalam menyiasati situasi ini setelah banyak pertanyaan dan keprihatinan dari masyarakat Tani.

"Kita akan pantau realokasi itu dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan jangan menandatangani sebelum koordinasi ke KTNA yang mewadahi para petani,” kata dia.

“Informasi terakhir dari Ibu Kabid Pangan, sedang terblokir dan sedang dirapatkan," tambah Munir Setiawan.

Baca Juga: Ini Terjemahan Chat Whatsapp Istri Ferdy Sambo Saat Brigadir J Berulang Tahun yang Diungkap Sang Bibi

Terkait situasi tersebut Munir maupun Sekretaris KTNA, Mumu Nurjaman mengajak petani atau para pengurus KTNA di setiap kecamatan untuk mempertanyakan langsung hal itu kepada DKP3.

"Kekosongan itu menyeluruh di Kota Tasikmalaya. Tadi pun saya cek ke kios di Cibanjaran Mangkubumi, teu aya sakilo-kilo acan (tak ada satu kilo pun)," kata Mumu.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Dadan Daruslan pun mengaku cukup prihatin sehingga mengaku langsung berkomunikasi dengan distributornya.

Baca Juga: Dipindah ke Jalan Pasar Wetan, Omset PKL Jalan Cihideung Kota Tasikmalaya Terjun Bebas

"Katanya baru akan direalokasi, jadi kita pantau saja. Semoga saja benar," ujar Dadan yang juga pengurus KTNA itu.***

Editor: Zulkarnaen Finaldi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah