Kemenparekraf Dorong Peningkatan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Garut

31 Juli 2022, 10:36 WIB
Pengelola desa wisata dan pihak-pihak terkait mengikuti kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata yang dilaksanakan Kemenpatekraf di Hotel Harmoni Garut. /kabar-priangan.com/Aep Hendy./

KABAR PRIANGAN - Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang handal sangat penting di sebuah desa wisata. 

SDM yang handal akan sangat membatu akselerasi kemajuan desa wisata tersebut sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Kelembagaan pada Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf), Frans Teguh di sela kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata di Hotel Harmoni Garut, Sabtu, 30 Juli 2022.

Baca Juga: Kesadaran Masyarakat akan Vaksinasi Booster di Garut Dinilai Rendah

Dengan keberadaan SDM handal di desa wisata, menurut Frans dengan cepat bisa meningkatkan inovasi kreativitasnya yang bisa semakin memajukan desa wisata, sebagaimana yang selama ini diharapkan Menparekraf, Sandiaga Uno. Ketersediaan SDM yang handal juga diharapkan mampu menciptakan destinasi-destinasi wisata baru menyusul lesunya bisnis pariwisata akibat adanya pandemi Covid-19.

"Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada para pelaku wisata terutama di desa wisata. Untuk bisa maju, desa wisata harus memiliki SDM yang handal agar bisa berinovasi juga menciptakan destinasi-destinasi wisata baru," ujar Frans. 

Disebutkannya, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam upaya mendorong desa wisata agar bisa lebih maju. Kepada peserta dari kegiatan ini juga ditekankan bagaimana kita menciptakan desa wisata itu menjadi desa wisata yang mandiri.

Baca Juga: Adopsi Gerakan Taichi Dari China, Senam Tera Kini Semakin Diminati masyarakat Garut

Untuk memberikan motivasi kepada para peserta, katanya, pihaknya pun menghadirkan beberapa nara sumber. Salah satu nara sumbernya adalah penggiat Desa Wisata Nglanggeran Jogjakarta yang merupakan desa wisata terbaik tingkat dunia. 

Frans menyebutkan, karakter wisatawan saat ini tidak lagi berwisata ke kota, melainkan banyak yang memilih berwisata ke pedesaan. 

Para wisatawan lebih tertarik untuk dapat menikmati suasana, keragaman tradisi dan budaya masyarakat desa serta keanekaragaman kuliner tradisional.

Baca Juga: Warga Terdampak Banjir Garut Dapat Bantuan Ati Ampela dan Telur Sebanyak 3 Ton

"Keberagaman tradisi dan budaya desa serta keberagaman kuliner tradisional saat ini dianggap hal yang sangat menarik sehingga tak heran desa kini menjadi tujuan para wisatawan. Ini tentunya menjadi peluang besar bagi masyarakat desa sehingga pemerintah pun mendorongnya melalui program desa wisata," katanya.

Namun tentunya, tutur Frans, keberagaman tradisi dan budaya desa serta keberagaman kuliner tradisional ini akan lebih menarik wisatawan ketika ada pengemasan yang baik dari pengelolanya. Inilah yang menjadi alasan pentingnya keberadaan SDM yang handal bagi pengelola desa wisata. 

Masih menurut Frans, desa wisata yang maju berkembang diharapkan bisa menyelesaikan berbagai masalah pengangguran. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan wisata itu akan ada produk masyarakat yang bisa dijual.

Baca Juga: Warga Terdampak Banjir Garut Dapat Bantuan Ati Ampela dan Telur Sebanyak 3 Ton

Kabupaten Garut sendiri dinilainya memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan desa wisata. Bakan pemerintah daerah juga mendukung dan sudah menjalankan banyak program yang berhubungan dengan pengembangan desa wisata.

"Garut sangat berpotensi karena banyak memiliki desa-desa yang memiliki keberagaman tradisi, budaya, serta kuliner. Apalagi dari data yang kami peroleh, tingkat kunjungan wisatawan ke Garut sangat tinggi dimana okupansi hotel rata-rata mencapai 97 persen setiap akhir pekan," ucap Frans.***

 

 

Editor: Nanang Sutisna

Tags

Terkini

Terpopuler